Kumpulan Cerita Lucu Humor Jawa, Bikin Ngakak

Kumpulan Cerita Lucu Humor Jawa, Bikin Ngakak

Kumpulan Cerita Lucu Tentang Jawa Terbaru – Anda fans cerita lucu? Ingin membaca cerita pendek paling lucu yang konyol, gokil, dan kocak? riajenaka.com tempatnya. Koleksi cerita humor di sini terdiri dari begitu banyak ragam topik yang mampu membuat Anda tertawa lebih ngakak dari sebelumnya. Setiap terbitan artikel cerita lucu humor hanya dihidangkan dalam satu tema sehingga Anda lebih bahagia dan terhibur.
Bandar Taruhan
Posting paling baru kali ini membicarakan cerita lucu Jawa. Silahkan disimak bersama dengan baik dan siapkan ekstra daya untuk tertawa setengah mati. Kumpulan cerita lucu banget perihal Jawa dikumpulkan dari bermacam sumber gokil cerita pendek lucu. Tentunya cerita humor Jawa paling lucu yang dipilih telah lulus uji standar kelayakan ngakak dan konyol minimum yang disyaratkan oleh pemerintah. Akhir kata, selamat menikmati cerita lucu gokil bikin ngakak di bawah ini.

1. Cerita Lucu Jawa Vs Sunda

Pada hari minggu si Bagong pergi ke jakarta. Dia naik bis dan dia pun duduk di belakang.

(Pas nampak pintu TOL Ada pedagang masuk).

Pedagang pertama: “Yang haus yang haus aqua2, mezon2.”

Bagong: “Ora mas aku wis gawa banyu dewe.”

Pedagang kedua: “Nangkana2, nangkana.”

(Pedagang nangka itu tawarkan ke terhadap Bagong).

(Bagong tukar area duduk bersama dengan expresi muka yang bingung dan tukar ke tengah).

Pedagang kedua: “Ayo nangkana2, nangkana.”

(Bagong pun tukar lagi).

Bagong: (Dengan muka yang terlalu kesal, tukar ke depan).

Pedagang kedua: “Nangkana mas ayo nangkana.”

Bagong: (Dengan muka yang terlalu kesal) “Mas sampean iki kepie toh! Aku ini naik mobil bayar mas! Sebenerne sampean iki sopo? Aku duduk nang guri sampean ngomong NANGKANA-NANGKANA! AKU tukar ke tengah, sampean bilang NANGKANA-NANGKANA! Aku tukar ke depan sampean bilang kembali Nangkana-nangkana! Aku iki cape mas di suruh pindah-pindah terus! Sebenerne sampean iki garep duduk ora!

Pedagang: (Kebingungan) Akang teh kunaon marah2 teu aya gara-gara na?”

Ternyata Bagong kira pedagang itu menyuruh Bagong pindah-pindah dan pindah.

2. Cerita Lucu Bahasa Jawa Lebih Tinggi dari Bahasa Inggris

Ada orang bule Australia datang ke pondok pesantren,

Bule: “Kenapa kiai kecuali mengajar, kitabnya masih memanfaatkan bahasa Jawa? Di zaman globalisasi ini kenapa tidak ditingkatkan bersama dengan memanfaatkan bahasa Inggris?”

Kiai: “Karena kecuali diajarkan dalam bahasa Inggris, tidak akan mampu menafsirkan seluruh kosakata dalam Alquran maupun hadis, lha bahasa Inggris itu terlalu sederhana. bahasa Jawa itu bahasa yang terlalu kaya dan terlalu kompleks.”

Rupanya si bule tadi merasa tersinggung mendengar penjelasan sang kiai yang menyatakan bahasa Inggris tidak mampu menafsirkan dan kalah bersama dengan bahasa Jawa.

Bule: “Bagaimana anda mampu menyatakan bahasa Jawa itu bahasa yang terlalu kaya dan terlalu kompleks, dan juga mampu menjadi bahasa pengetahuan? Padahal faktanya selama ini, bahasa Inggris lah yang paling kompleks!”

Kiai: “Tidak! Bahasa Inggris itu sebetulnya sangat-sangat sederhana. Saya kasih contoh, cobalah anda lihat! Itu yang berwarna kuning keemasan yang tersedia di sawah. Orang Inggris menyebutnya apa?”

Bule: “Rice!”

Kiai: “Orang di sini menyebutnya Pari atau Pantun (Padi). Padi itu kecuali dipanen namanya Gabah, tetapi Inggris menyebutnya Rice. Gabah itu kecuali diambil satu biji, namanya Las, tapi orang Inggris senantiasa menyebutnya Rice. Gabah kecuali telah terkelupas kulitnya, dinamakan Wos/Beras, orang Inggris senantiasa menyebut Rice. Beras padi kecuali patah 2 atau 3, namanya Menir, orang Inggris senantiasa menyebutnya Rice. Beras kecuali telah dimasak namanya Sego atau Sekul (Nasi), orang Inggris masih saja menyebutnya Rice. Nasi kecuali hanya 1 butir, namanya UPO, lagi-lagi orang Inggris menyebutnya RICE. NASI yang dimasak sedikit lebih lama, anggota bawahnya dinamakan Iintip atau Kerak, Inggris masih menyebut Rice. Nasi yang telah kering namanya Karak, Inggris senantiasa menyebutnya Rice. Dari 1 kosakata saja, penafsiran namanya mampu bermacam-macam, tetapi bahasa Inggris tidak mampu menafsirkan tersebut. Apa bahasa Jawa ini tidak lebih tinggi dan sangat-sangat kompleks dibandingkan bahasa Inggris yang simple tersebut?

Si Bule: “Iyes.”

Akhirnya Si Bule menjadi pengikut NU paling setia.

3. Cerita Lucu Guru Jawa Ngajar Di Papua

Seorang guru transmigran dari Jawa yang mengajar di Papua menanyakan kepada muridnya.

Bu Guru: “Gareng, siapakah Suharto?”

Gareng: “Tra tau ibu.”

Bu Guru: “Kalau Megawati Soekarno Putri?”

Gareng: “Sa tra kenal terhitung ibu.”

Bu Guru: “Bagaimana ini. Kau tidak dulu studi kah!”

Gareng: “Belajar lah Bu. Sekarang aku bertanya ibu. Ibu kenal Dominggus Pigome kah?

Bu Guru: “Tidaak!”

Gareng: “Zakharias Kayame!”

Bu Guru: “Tidak tau juga. Memang mereka siapa?”

Gareng: “Ya itulah Ibu. Kita ini kan memiliki kenalan sendiri-sendiri. Jadi jangan paksa aku tau kenalan Ibu.”

4. Kisah Lucu Nama Orang Jawa

Bagi orang Jawa, kalimat Shakespeare tidak berlaku, gara-gara dibalik nama-nama
Jawa tersedia makna dan harapan dari orang tuanya, sehingga anaknya kelak mampu sesuai yang diharapkan.

Pandai menanam bunga, diberi nama Rosman.

Pandai melakukan perbaikan mobil, diberi nama Karman.

Pandai dalam korespondensi, diberi nama Suratman.

Gagah perkasa, diberi nama Suparman.

Kuat dalam berjalan, diberi nama Wakiman.

Ganteng dan manis, diberi nama Legiman.

Ahli membuat kue, diberi nama Paiman.

Pandai berdagang, diberi nama Salman.

Pandai melukis, diberi nama Saniman.

5. Cerita Lucu Orang Jawa Ditilang

Seorang polisi Batak menilang seorang pengemudi dari jawa gara-gara tidak berhenti kala lampu merah.

Polisi Batak: “Kutilang kau!”

Tadinya si pengemudi senang minta maaf, tapi tiba2 marah

Pengemudi Jawa: “Perkutut kau!”

6. Cerita Lucu Jawa Vs Betawi

Seorang Haji dari Betawi mengirimkan anak gadisnya ke Jogja untuk sekolah di Jogja bersama dengan harapan anaknya menjadi sarjana dan jauh dari pergaulan liar di Jakarta. Setelah menitipkan ke Ibu kost yang dia percayai, pulanglah dia ke Jakarta. 3 bulan kemudian, si anak

Gadis: (Menelepon ke Bapaknya).

(Memberitahu bahwa dia hamil 2 bulan).

Marahlah si Pak Haji dan datang ke si Ibu Kost.

Pak Haji: “Bagaimana ente, aku beri tangung jawab anak gadis saya, kok mampu kejadian kayak gini?”

Ibu Kost: “Aduh Pak, kulo mboten mangertos, seng kulo ngertos, anak ipun Pak Haji mandine dhewe, tiduri pun dhewe, studi nang kamar dhewe.”

Sebelum si Ibu kost selesaikan kalimatnya,

Pak Haji: (Marah sejadi jadinya) “Pegimana kagak hamil, anak gue mandi di-ewe, tidur di-ewe, hingga studi aja di-ewe!”

7. Cerita Lucu Orang Jawa, Arab dan Amerika

Ada orang jawa (Petruk), orang arab (Semar), dan orang amerika (Gareng). Mereka bertiga naik pesawat bersama-sama. Pada kala setelah makan siang,

Gareng: (Mengeluarkan uang 100 US dollar, digunakan untuk membersihkan mulut, selanjutnya dibuang).

Petruk: (Kaget bukan main) “Kenapa anda buang uang 100 dollarmu itu?”

Gareng: “Amerika kan kaya, masih banyak dollar.”

Petruk: (Melirik ke Semar).

Semar: (Mengeluarkan minyak wangi yang masih baru dan penuh, menyemprotkanya ke dada sedikit, selanjutnya dilempar ke luar pesawat).

Petruk: (Kaget lagi) “Lho? Kenapa anda buang tuh minyak? Kan isinya masih banyak?”

Semar: “Arab kan kaya, masih banyak minyak! malah bagi orang2 sana, air lebih punya nilai dari minyak!”

Petruk: (Tak senang kalah. Dia lempar orang keturunan Betawi disampingnya ke luar pesawat).

Kali ini Semar dan Gareng: (Jantungnya hampir copot)

Semar: “Lho? Kenapa anda buang orang betawi tadi? Kan kasihan?”

Petruk: “Tenang aja! Indonesia kaya banget kok! Masih banyak, orang betawi yang hidup disana.”

8. Cerita Lucu Orang Jawa Vs Orang Madura

Pagi hari seorang dari jawa berwisata ke madura gara-gara kelezatan satenya yang populer sampe ke pelosok negri bahkan ke manca negara.

(Tok tok tok tok).

(Seorang dari jawa itu pun menghampiri penjaja sate).

Orang jawa: “Satenya tersedia pak?”

Orang Madura: “Ye banyak. Masak tak nangaleh tak iye.”

Orang jawa: “Kalau begitu aku membeli satenya 1000 tusuk yah.”

Orang Madura: “Oh iya dek, pedes apa enggak?” (Dalam hati, wuah pesenah banyak reh).

Orang jawa: “Sing ora pedas 529 tusuk, sing sedeng 321 tusuk, sisanya yg pedes. Terus, sing ora pedes 117 tusuk bumbune kecap ora pake bawang, 204 tusuk pake ati ora pake bawang, 52 tusuk yg bumbu kecap tadi ora pake lontong, sisane bumbu kacang ae. Sing sedeng 124 tusuk pake kecap, 161 tusuk ora pake lontong, 21 ora pake ati, 23 tusuknya setengah mateng, yang pake lontong 15 tusuk gak pake bawang. Yang pedes 14 tusuknya gak pake lontong, bawangnya dibanyakin dan 28 tusuk setengah mateng, pake lontong, terus.”

Orang Madura: ?%^$#@& (Marah, ambil clurit) “ACAROK BEIH LAH.”

Orang jawa: “AMPUN.” (KABURR).

9. Cerita Lucu Orang Jawa Vs Orang Sunda

Alkisah terhadap suatu hari tersedia 2 makhluk beda daerah, yang 1 orang Jawa dan 1 nya kembali orang Sunda kembali asyik2 nya nikmatin makan di Warteg.

Jawa: “Buk. Pesen nasi, sayur asem, ayam sama sambelnya yang pedes ya. Tapi ayamnya jangan dijadiin satu sama nasinya.”

Bu Warteg: “Lho emang kenapa mas, nggak dijadiin satu? (Pasang muka sungguh-sungguh penuh isyarat bertanya dan penuh hutang).

Jawa: “Takut ntar nasinya dipatok sama ayamnya Buk. Hehehehe.” (Ketawa tanpa muka berdosa).

Bu Warteg: “Mas ini mampu aja becandanya.” (Sambil lempar panci ke muka orang jawa).

Sunda: “Saya pesen Nasi, tempe sama sambel aja buk.”

Bu Warteg: “Lho kok nggak pake sayur Kang?”

Sunda: “Enggak buk. Lagi pingin diet aja.” (Pasang muka nyengir kuda).

Jawa: (Emang dasarnya aja bahagia nerocos, segera aja nyambet omongan si orang sunda) “Halah, kembali nggak memiliki uang kali. Pake bilang senang diet segala.”

Sunda: “Punya kok mas. Ini ATM aku aja memiliki banyak. Tapi nggak tersedia saldonya. Hehehehehehe.”

Jawa: “Tuh artinya sama aja nggak memiliki duit. Wedhus!”

Bu Warteg: “Udah, udah, jangan berkelamin, eh maksud aku jangan berkelahi dong.. Mau makan enggak sih?”

Selang lebih dari satu saat, tiba tiba si orang Jawa mules perutnya dan minta ijin untuk ke WC sama yang memiliki warteg.

Jawa: “Aduh buk, aku nimbrung ke WC dong. Mules nih.”

Bu Warteg: “Silahkan mas. Langsung aja kebelakang. Entar tersedia belokan pertama ke kiri, teruuuus aja lurus. Ada perempatan ambil yang kanan. Lurus aja sampe tersedia jembatan belok ke kiri. Naaah disitu.”

Jawa: “WC nya ya buk?”

Bu Warteg: “Bukan. Tapi rumahnya pak RW. Hehehehehehehehe.”

Jawa: “Busyet dah, masih aja becanda nih si Ibu.”

Bu Warteg: “Ya maaf deh, kecuali senang ke Wc tinggal kebelakang aja kok mas.”

Jawa: (Langsung ngeluyur ke belakang untuk menuntaskan kemauan terpendamnya)
“Ahhh mak nyos.”

Sunda: (Tiba tiba perutnya pun ikutan mules) “Aduh buk perut aku terhitung mules neh. Nimbrung ke WC terhitung ya?”

Bu Warteg: “Mangga atuh Kang.”

(Dia pun berlangsung menuju TKP. Karena masih tersedia orang jawa disitu).

Sunda: (Sambil sedikit ngeden) “Atos Kang?”

Jawa: (Dengan reflek) “Atos gundulmu itu. Mencret gini.”

10. Cerita Lucu Nama Yang Aneh Buat Orang Jawa

Oneng adalah seorang guru di SD Bojong Enyod, sebuah sekolah dasar yang berada di pinggiran kota Bandung.

Pagi itu ia memulai perkenalan bersama dengan murid-muridnya bersama dengan mengamat-amati daftar absensi murid-muridnya, dan ia agak terdiam lama menyaksikan sebuah nama yang dirasanya agak aneh: Smary Majuklitinov.

Bu Guru Oneng: “Anak-anak, siapa diantara kalian yang bernama Smary Majuklitinov? Silakan ke depan sebentar!”

Seorang anak: (Mengangkat tangan kanannya) “Saya, Bu!”

Bu Guru Oneng: “Ibu tebak ya? Mungkin anda masih keturunan keluarga Eropa Timur kah, seperti Bosnia-Herzegovina?”

Smary Majuklitinov: “Bukan, Bu!”

Bu Guru Oneng: “Chechnya atau Slovakia, barangkali?”

Smary Majuklitinov: “Bukan juga, Bu!”

Kunjungi Jgua : Cerita Lucu Terbaru

Bu Guru Oneng: “Tapiii, namamu seperti nama-nama orang yang berasal dari Eropa Timur lho!”

Smary Majuklitinov: “Itu sebenernya hanya singkatan, Bu! Karena nama Bapak aku Surtono dan nama ibu aku MARYati.”

Guru: “Oh begitu toh! Lalu nama belakangmu Majuklitinov singkatan dari apa?”

Smary Majuklitinov: “Itu singkatan dari hari dan tanggal lahir saya, Bu. MAlam JUmat KLIwon TIga NOVember!”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *